WiSe (Whistleblowing System Kementerian keuangan)

ASUMSI MAKRO & APBN 2018

APBN 2018 (triliun rupiah)

Pendapatan 1.894/7
- Perpajakan 1.618,1
- PNBP 275,4
- Hibah 1,2
Belanja Negara 2.220,7
- Belanja Pusat K/L 847,4
- Belanja Pusat Non K/L 607,1
- Transfer Daerah & Dana Desa 766,2
Pembiayaan 325,9
- Pembiayaan Utang 399,2
- Pembiayaan Investasi 65,7

 

Asumsi Makro  APBN 2018

Pertumb. Ekonomi (%) 5,4
Inflasi (%) 3,5
Kurs (USD/Rp) 13.400
SPN 3 bln (%) 5,2
Harga Minyak (USD/barel) 48
Lifting Minyak (ribu barel/hari) 800
Lifting Gas (ribu barel/hari) 1.200

UU No 15 Thn 2017 ttg APBN 2018

Klik disini untuk rincian APBN selengkapnya.

Jadwal Bimtek Mini TLC

jadwal bimtek

Update Aplikasi

Please specify the group

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina, begitulah kira – kira bunyi peribahasa yang menggambarkan usaha dan ketekunan dalam mencari ilmu. Hal tersebut senada dengan apa yang dilakukan seluruh pejabat dan pegawai KPPN Makassar II pada hari Sabtu, tanggal 14 Desember 2019. Seluruh pejabat dan pegawai mengadakan Capacity Building bertemakan Literasi untuk meningkatkan minat dan bakat literasi di lingkungan KPPN Makassar II. 

Tema Capacity Building yang diangkat adalah “Dengan Meningkatkan Literasi, Kembangkan Potensi Menuju Treasury yang Berintegritas dan Berkualitas”. Untuk mencapai tujuan dari tema tersebut, KPPN Makassar II mengundang 2 narasumber sekaligus yang sangat berkompeten. Rezky Amalia Syafii, yang pernah mendapatkan gelar Duta Baca Sulawesi Selatan 2018 dan Duta Otonomi Daerah oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Gubernur Sulsel, serta Rasid Alfarizi, Pimpinan Redaksi Fajar Online.

Acara dibuka oleh Kepala KPPN Makassar II, Adi Setiawan. Beliau membuka Capacity Building dengan memberikan beberapa tips bagaimana bisa menulis dengan baik. Salah satunya adalah tips mengenai inti dari sebuah tulisan, tulisan harus terdiri dari Data, memiliki judul yang menarik tetapi tetap sesuai dengan timming, serta memiliki Referensi / Teori. Setelah itu sharing tips dilanjutkan oleh masing – masing kepala seksi.

Materi yang disampaikan oleh para narasumber tidak kalah menarik. Rezky Amalia Safii, atau sering disapa dengan Kiki membagikan tips untuk bisa menulis dengan baik, baik tulisan ilmiah maupun non ilmiah. Banyak yang takut menulis karena menganggap menulis itu susah, tetapi Kiki yang telah menamatkan kuliah Sarjana Hukum di Universitas Hasanuddin memberikan tips sederhana, yaitu untuk memulai saja dulu menulis, apapun itu. Bila dirasa tulisan Ilmiah memberatkan, mulai dengan menulis Non Ilmiah, tentang pengalaman pribadi contohnya. Semua orang pasti memiliki pengalaman pribadi, dan hal tersebut bisa dijadikan bahan tulisan agar kita bisa mulai belajar menulis tanpa takut akan kesalahan tata bahasa ataupun tata penulisan yang baku. Selain itu, Kiki juga membagikan tips penyusunan tulisan, dimulai dengan pemberian judul yang tidak lebih dari 12 kata, idealnya antara 8 – 10 kata, membiasakan menulis dengan kerangka penulisan, berusaha memberikan solusi bila tulisan merupakan tulisan Ilmiah, serta pintar membaca situasi ketika akan memulai menulis. Kiki juga menyampaikan sebuah fakta mengejutkan, bahwa berdasarkan survey yang dilakukan oleh UNESCO di Tahun 2016, tingkat Literasi Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara. Untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik, harus diimbangi juga dengan minat baca yang baik juga. Oleh karena itu, di penghujung diskusi, Kiki membagikan sebuah aplikasi dari Perpustakaan Nasional RI yang dapat digunakan untuk membaca buku dimana pun dan kapan pun. Aplikasi tersebut bernama IPUSNAS, aplikasi tersebut dapat diunduh di Playstore, maupun di App Store.

Selanjutnya materi dibawakan oleh Rasid Alfarizi. Materi yang dibawakan lebih banyak membahas gaya penulisan secara online. Menurut beliau, yang terpenting dalam penulisan online adalah traffic, karena website dibayar dengan iklan berdasarkan traffic. Berangkat dari pemikiran tersebut, pemilihan judul dalam berita online menjadi hal yang penting. Judul harus menarik minat pembaca agar mau mengklik berita tersebut dan membacanya. Faktor kecepatan juga menjadi pokok perhatian utama karena media penulisan dipublish secara online. Akan tetapi tetap harus memperhatikan kaidah sopan santun dan etika dalam penulisan. Beliau juga menyampaikan, panjang penulisan judul di media online berbeda dengan panjang penulisan judul di media koran biasa, di media online, judul semakin panjang akan semakin menarik, dan tidak ada batasan karakter seperti yang ada di media koran biasa yang masih terbatas karakter. Panjang berita juga menjadi pembeda dari media online dan media koran. Panjang penulisan di media online bisa lebih dari 9 paragraf agar bisa memaksimalkan traffic yang masuk.

Capacity Building KPPN Makassar II Literasi

Capacity Building KPPN Makassar II Literasi

Capacity Building KPPN Makassar II Literasi

Capacity Building KPPN Makassar II Literasi

Capacity Building KPPN Makassar II Literasi

Capacity Building KPPN Makassar II Literasi

 

Leave a Reply

You need to upgrade your Flash Player
Sumber: http://kppnmakassar2.net/monitoring/realisasi-anggaran/
Jenis Belanja Pagu Realisasi Persentase
Belanja Pegawai 2,240,226,766,000 415,280,387,072 18.54%
Belanja Barang 2,279,851,693,000 342,043,572,507 15.00%
Belanja Modal 397,080,328,000 17,327,074,480 4.36%
Belanja Bantuan Sosial 16,026,450,000 4,243,800,000 26.48%
Transfer 951,759,073,000 39,002,582,600 4.10%
T O T A L 5,884,944,310,000 817,897,416,659 (13.90%