WiSe (Whistleblowing System Kementerian keuangan)

ASUMSI MAKRO & APBN 2018

APBN 2018 (triliun rupiah)

Pendapatan 1.894/7
- Perpajakan 1.618,1
- PNBP 275,4
- Hibah 1,2
Belanja Negara 2.220,7
- Belanja Pusat K/L 847,4
- Belanja Pusat Non K/L 607,1
- Transfer Daerah & Dana Desa 766,2
Pembiayaan 325,9
- Pembiayaan Utang 399,2
- Pembiayaan Investasi 65,7

 

Asumsi Makro  APBN 2018

Pertumb. Ekonomi (%) 5,4
Inflasi (%) 3,5
Kurs (USD/Rp) 13.400
SPN 3 bln (%) 5,2
Harga Minyak (USD/barel) 48
Lifting Minyak (ribu barel/hari) 800
Lifting Gas (ribu barel/hari) 1.200

UU No 15 Thn 2017 ttg APBN 2018

Klik disini untuk rincian APBN selengkapnya.

Jadwal Bimtek Mini TLC

jadwal bimtek

26 Mei 2014
perbaikan transaksi SPM LS pihak ke 3
– perubahan cara menghitung nilai transkasi 21 (terima LPj BPP)
perbaikan cetakan BKU
perbaikan pembuatan Berita Acara  untuk BPP
– perbaikan pembuatan Berita Acara pemeriksaan Kas yang menyebabkan LPJ di Saldo BKU minus
– Solusi untuk LPJ yang BKU minus adalah Rekam Ulang Berita Acara nya

Download Update SPM 14.1.3-E

82 Responses to “Update SPM 14.1.3-E (perbaikan SILABI)”

  • agus santoso:

    Kepada Yth. tim pembuat aplikasi

    untuk update spm 14.1.3E, setelah saya coba ada beberapa yang masih belum sesuai :
    1. untuk semua jenis buku apabila data kosong mohon bisa dicetak dengan uraian nihil, supaya ada bukti otentik tanda tangan kpa dan bp
    2. Untuk tanda tangan pada buku rekap pengawasan, pada bagian KPA masih terbalik pangkat dulu baru nama, seharusnya nama baru pangkat
    3. cetak berita acar tanda tangan kpa dan bp masih keluar field nip seharusnya nip2
    4. Cetak LPJ tanda tangan kpa dan bp masih keliru seperti butir 4.

    Reply

  • ana:

    Saya sudah mencoba input dari bulann Januari s/d April tetapi msh ada kendala sbb :
    1. PU Bank masuk ke Buku Kas sehingga saldo di LPJ bagian A tidak sama dengan B
    2. Jumlah kuitansi UP yg belum di GU kan di LPJ bulan Februari s/d April jumlahnya tidak sesuai, terakumulasikan dengan bulan Januari, sehingga LPJ yg benar cuma bulan Januari.
    3. Berita Acara pemeriksaan kas Bendahara bulan Februari s/d April tidak bisa disimpan, dan waktu hitung saldo, jumlah kuitansi yg belum di GUkan tidak sesuai

    • dorintez:

      Lanjutkan terus saja merekam datanya. Perbaikan untuk pencetakan/report LPJ, dll akan ada pada versi perbaikan

  • Nur:

    Pada akhir bulan ada kuitansi yang belum di GU-kan kemudian di GU-kan awal bulan ternyata saat transaksi GUP kuitansi akhir bulan tadi dak muncul sehingga Transaksi GUP tidak sama dengan kuitansi. yang muncul hanya kuitansi pada bulan bersamaan saja.

  • andy:

    Masih ada beberapa masalah pada buku pengawasa anggaran belaja yaitu sbb :
    1. Ketika belanja up dilakukan kolom disahkan pada posisi up terisi nominalnya pdhala harusnya blm terisi nanti pada saat pengesahan baru terisi ( SPM GUP )
    2. Ketika disahkan ( SPM GUP ) pada kolom akun terisi nilai SPM GUP, hal ini mengakibatkan mengurangi nilai akun tersebut atau 2 kali pengurangan yaitu pada saat belanja UP dan ketika disahkan. Hal ini membuat sisa pagu di akun tersebut cepat berkurang atau tdk sesuai realisasi yg ada.
    Mohon diupdate segera..!!! agar lbh akuntable…SILABI MANTAP….

    • dorintez:

      terima kasih atas masukannya.
      saran anda akan segera kami teruskan ke tim pengembangan SILABI di Kantor Pusat

      • andy:

        Tambahan buat perbaikan !! kalo bisa di input kuitansi pejabat penerima barang kalo bisa otomatis juga ngisinya seperti di kolom ppk agar lebih cepat dlm membuat kuitansi,,,thanks,,,SILABI MANTAP..

  • Halim Abdul:

    Saran untuk penambahan fitur di SILABI pada form RUH KUITANSI tolong tambahkan fitur SISIPKAN karena sangat membantu sekali apabila ada kuitansi yang terlewat saat penginputan tanpa merubah NOMOR URUT Kuitansi, Terimakasih

  • Halim Abdul:

    Kemudian dalam pengeditan tanggal setelah dirubah tidak dapat tersimpan ( Tidak dapat berubah setelah diganti tanggalnya ) Terimakasih.. :)

    • dorintez:

      terima kasih atas masukannya.
      saran anda akan segera kami teruskan ke tim pengembangan SILABI di Kantor Pusat

  • Anno:

    Transaksi SP2D LS Pihak ke 3 tidak muncul di BKU ya?

    • dorintez:

      sesuai PER-03/PB/2014, transaksi SPM-LS memang tidak muncul di BKU lagi
      namun hanya muncul di buku pengawasan anggaran
      karena toh uangnya dari KPPN tidak ke bendahara dulu, tp langsung ke penerima
      jadi mmg bendahara tidak membukukan itu lagi

  • wilda:

    kalo ngerekam GUP Nihil ga bisa, apa saja sih langkah-langkahnya????(pada saat merekam pu bank nihil tidak mau disimpan jawabannya saldo bank tidak mencukupi padahal ditampilan saldo bank masih cukup.. makasi tolong dijawab

  • muchlis:

    Butuh bantuan!!!!
    saya sudah mencatat transaksi SPM GU (11) pada aplikasi SILABI. setelah saya cek ternyaa ada kesalahan tanggal sehingga transaksi tersebut saya edit tanggal trandsakinya, namun setelah disimpan tanggalnya tidak berubah. akhirnya transaksi tersebut saya hapus dan rencananya akan saya rekam ulang. ketika perekaman ulang, klik RUH Transaksi, rekam, (11) SPM GUP, pilih no. SPP, ternyata kuitansi yang yang menjadi dasar untuk SPM GU tersebut tidak muncul / hilang, sehingga transaksinya tidak bisa direkam.
    tolong dibantu !!!!!

    • dorintez:

      SETELAH HAPUS SPM GU-NYA DI MENU TRANSAKSI, COBA DAHULU DIPOSTING ULANG MULAI BULAN JANUARI S/D BULAN BERJALAN.
      SETELAH POSTING, LALU REKAM ULANG SPM GU DI MENU TRANSAKSI
      INSYA ALLAH TERATASI

  • dorintez:

    SETELAH HAPUS SPM GU-NYA DI MENU TRANSAKSI, COBA DAHULU DIPOSTING ULANG MULAI BULAN JANUARI S/D BULAN BERJALAN.
    SETELAH POSTING, LALU REKAM ULANG SPM GU DI MENU TRANSAKSI
    INSYA ALLAH TERATASI

  • maleficent:

    tes…he

  • Anno:

    Saya memulai pembukuan di Silabi mulai Bulan Juni 2014, dengan merekam saldo awal berdasarkan LPJ bulan Mei 2014. Pada saat merekam transaksi SPM GUP di bulan Juni, ada beberapa kuitansi yang dilakukan di bulan Mei. Bagaimana caranya memunculkan beberapa kuitansi yang terbit di bulan Mei agar total nilai kuitansi sama dengan nominal SPM GUP??

    • dorintez:

      disarankan cut off bukan pada akhir bulan, tetapi setelah SPM GU terakhir
      sehingga saldo awal yg diisi sebesar SPM GU tersebut & sisa uang tunai kas
      kalau cut off pada akhir bulan, kuitansi yang sebelumnya sampai GU terakhir harus direkam semua

  • maleficent:

    ada bbrp pertanyaan sklgus masukan dari kasus2 yg udah ditemu’i selama mengerjakan “SILABI input dari Januari-Juni 2014”..
    1.) Bagaimana apabila SPM dan SILABI terpisah???
    Karena di sini bukan input per bulan, tapi dari Januari-Juni, “catat SP2D” menjadi kendala, pas catat bulan Jan-Mei udah pazzz, tapi ketika mau mengerjakan bulan Juni, minta “backup dari operator SPM” (dgn catatan : sdh dilakukan “catat SP2D’nya ub.Juni saja” di aplikasi SPM’nya) –> restore di SILABI –> maka pencatatan SP2D yg sdh kita lakukan ub.Januari-Mei akan tertimpa/dibaca aplikasi TIDAK ADA, yg ada malah pencatatan SP2D Juni saja..sehingga di BUKU BKU, otomatis minus, karena SP2D UP hilaaang..
    2.) apakah SALDO BKU dari SILABI emang beda dengan SALDO BUKU BKU BENDAHARA???
    Waktu mengerjakan Januari-Juni, tiap bulan jumlah keduanya BERBEDA…
    Bedanya terletak di SALDO UM (PANJAR)…
    Karena pada aplikasi, UM/PANJAR tidak mengurangi Uang Persediaan, sedangkan di manual pembukuan Bendahara, dicatat sebagai PENGURANG UANG PERSEDIAAN..
    Uang Persediaan (UP) = Kas (Bank+Tunai) + UM/Panjar

    Masukan-masukan/sharing :
    1.) Ketika kita input KWITANSI, usahakan untuk REDAKSI KWITANSI TIDAK KEPANJANGAN, karena pasti akan MYSQL EROR (redaksi kepanjangan) ketika kita transaksikan/RUH Transaksi..
    2.) untuk yg mengerjakan dari Januari, teknik pengerjaan jangan begini (salah), INPUT KWITANSI JAN-JUNI–>TRANSAKSIKAN JAN-JUNI–>TRUS DI’BA’KAN..
    tapi begini INPUT KWITANSI JAN-JUNI –> TRANSAKSIKAN PER BULAN DULU —> TRUS HARUSSS BA’KAN TIAP BULANNYA JUGA/JANGAN DIRAPEL MEM’BA’NYA..
    Karena pada perhitungan pada BA REKON & LPJ akan beda (terlihat pada JUMLAH KWITANSI YG DI GU)…..tapi kalo pake cara kedua DIJAMIN PAZZZZ…..hehehe…

    Terima kasih untuk KPPN Makassar II..
    Salam 2 Jari SILABI ;-)

    • dorintez:

      1. untuk versi 14.1.3-E sudah ada menu backup baru di level ADMIN, bisa backup SPM+SILABI atau SPM saja atau SILABI saja
      Jad kalau anda ingin memisahkan Silabi dengan SPM, maka secara rutin meminta backup yang SPM saja dari Admin
      jangan pilih yg SPM+SILABI, nanti datanya tertimpa

      2. Saya coba disini, selama transaksi UM Perjadin dibayar menggunakan dana UP, maka akan muncul di BP-UP pada saat dibayar UM-nya (kriteria 13)
      namun tidak akan muncul saat di SPJkan (kriteria 14), SPJ hanya muncul di BP-UMP

      3. Terima kasih atas masukannya

  • maleficent:

    oia tambahan..
    selama ini semua Sosialisasi KPPN cuma “mengerjakan soal 1 bulan” dan sangat “minim jenis transaksi”..
    pantes aja terlihat sukses² aja saat Sosialisasi..
    coba ngerja’innya dari Januari-Juni…..guaranted deeh…pasti ada trouble….heeheeee…
    saya sangat sangat sangat interested dah about SILABI inih…ampe siang-malem SILABI ajaaah…(4 pembukuan/satker, trus input dari Januari-Juni….mabuuk² dah..hahaha!)
    tiap hari ngeliat internet siapa tau ada update paling baru lagi dari 14.1.3-e ato yg resmi dari site Perbendaharaan…hohohooo…
    update 14.1.3-e ini udah “cukup” bagus…semua buku udah KLOP…perhitungan², khususnya di LPJ (kwitansi UP belum di GU) udah PAZMANTAP dah..
    yaaah walopun masih ada bug² yg muncul…

    Terima kasih untuk KPPN Makassar II..
    Salam 2 Jari SILABI ;-)

    siegreich der panzer JERMAN ;-)
    vitorioso selecao BRAZIL ;-)
    zegevierend de oranje BELANDA ;-)

  • maleficent:

    dorintez:
    June 27, 2014 at 12:37 am

    1. untuk versi 14.1.3-E sudah ada menu backup baru di level ADMIN, bisa backup SPM+SILABI atau SPM saja atau SILABI saja
    Jad kalau anda ingin memisahkan Silabi dengan SPM, maka secara rutin meminta backup yang SPM saja dari Admin
    jangan pilih yg SPM+SILABI, nanti datanya tertimpa

    # salam hormat…..maksud saya bukan itu..kalo itu saya tau…semenjak update versi-D pun udah bisa nge’bekup masing² (SPM+SILABI, SILABI, SPM)…

    intinya di –> CATAT SP2D finish –> trus mo ngerja’in Juni (restore ADK SP2D Juni kaan..) –> naaah…SP2D yg udah kita CATAT

    (Jan-Mei)….entah lewat SILABI atopun via aplikasi SPM “akan tertimpa..(membaca yg terakhir di restore)”…

    coz kalo udah gitu….aplikasi ga bakal membaca adanya “SP2D UP”……sehingga menyebabkan saldo² pada MINUS, khususnya di BUKU BKU…

    pernah pakai cara gini, “restore ADK SP2D+catat plussss POSTINGNYA bulan berkenaan saja”……sama aja..ga bisa…

    repot kalo kita kerja setiap bulan mesti “CATAT SP2D” dari awal trus…

    2. Saya coba disini, selama transaksi UM Perjadin dibayar menggunakan dana UP, maka akan muncul di BP-UP pada saat dibayar UM-nya (kriteria 13)
    namun tidak akan muncul saat di SPJkan (kriteria 14), SPJ hanya muncul di BP-UMP

    # kalo di BKU tercatat ga Min UM’nya ???

    selisih apabila ada UM aja, kalo udah rampung jadi “0” lagi….seimbang/bener…

    jumlah SALDO BKU PEMBUKUAN BENDAHARA jumlah SALDO BKU PADA SILABI

    Trims nih tuk fast responnya Admin KPPN Makassar II…….two tumb dah! ;-)

    siegreich der panzer JERMAN ;-)
    vitorioso selecao BRAZIL ;-)
    zegevierend de oranje BELANDA ;-)

    • dorintez:

      1. Klo gitu, catat SP2D bisa dilakukan di laptop SPM, ada di menu PPSPM (biasanya user&pass-nya : super)
      setelah itu baru secara rutin backup ke laptop SILABI

      2. Hasil aplikasi saya :
      – UM & SPJ muncul di BKU (UM di debet-kredit, SPJ di kredit)
      – UM & SPJ muncul di BP-UMP (UM debet, SPJ kredit)
      – SPJ di BP-UP (kredit)
      karena UM blm di SPJkan, makanya di BKU muncul debet kredit, setelah SPJ baru muncul di kredit untuk BKU & BP-UP

  • maleficent:

    dorintez:
    June 27, 2014 at 8:01 am

    1. Klo gitu, catat SP2D bisa dilakukan di laptop SPM, ada di menu PPSPM (biasanya user&pass-nya : super)
    setelah itu baru secara rutin backup ke laptop SILABI

    # udah Min….di atas di tulis………..”entah lewat SILABI atopun via aplikasi SPM “akan tertimpa..(membaca yg terakhir di restore)”…….udah kiri kanan muka belakang cari solusinya tetap aja NONSEN..
    coba praktekkan saja…
    di sini troublenya cuma di “CATAT SP2D” aja……bukan “pengerjaan SILABInya”….(terkait operator SPM dan operator SILABI terpisah)…
    apa kami yg salah cari solusinya yah??
    jadi misal udah dilakukan “CATAT SP2D misal Jan-Mei” –> trus kita kerjakan untuk Juni –> “RESTORE ADK SP2D kemudian CATAT SP2D” (entah via SILABI atopun Aplikasi SPM) –> SILABI akan membaca RESTORE terakhir..(CATAT SP2D yg Jan-Mei akan tertimpa oleh RESTORE ADK SP2D & CATAT SP2D bulan Juni / bulan yg baru)..
    setelah tertimpa….”SP2D UP” akan hilang / tertimpa….”aplikasi SILABI membaca tidak ada pencatatatan SP2D UP”….
    itu akan terlihat jelas ketika kita POSTING di SILABI…baik kita lakukan POSTING dari awal tahun (Januari) atopun cukup POSTING bulan berkenaan saja…
    kalo tidak di POSTING sami mawon…..coz SILABI wajib POSTING…
    coba temen² praktek…pasti akan terlihat “catat SP2D tertimpa”..
    mgkn admin / teman² yg laen ada solusi??

    siegreich der panzer JERMAN ;-)
    vitorioso selecao BRAZIL ;-)
    zegevierend de oranje BELANDA ;-)

  • maleficent:

    masih terkait masalah “OPERATOR SPM dan OPERATOR SILABI terpisah about CATAT SP2D”..

    maaf bukan mengguru’i….mgkn bisa sama² sharing dan memecahkan kasus bareng….anggap aja contoh soal nih…praktek…testing kasus yg saya maksud saja…

    1. operator SPM dan operator SILABI pisahkan
    2. CATAT SP2D Januari-Mei (wajib catat / rekam)
    3. yg kita input Januari-Mei…yaaah ga usah banyak² dulu kwitansi…anggap input 2-3 kwitansi aja per bulan…(untuk testing saja)
    4. selesai sampai Mei, BACKUP SILABI (selesai nih sampai “PENGERJAAN SILABInya)
    5. kita kerjakan ub. Juni (otomatis kita akan meminta backup dari operator SPM)
    6. RESTORE……coba saja CATAT SP2D yg ub. Juni…..(entah dari operator SPM ato di SILABI melakukan PENCATATAN SP2Dnya)
    6. trus…..untuk kwitansi…..testing aja sama seperti di atas, 2-3 kwitansi saja dulu..
    7. taraaaaaaaaaaaa….

    yg kita hasilkan sbb. (“coz SPM dan SILABI terpisah tadi”, DATABASE TERPISAH) :
    1. kerja’an kita di SILABI Jan-Mei akan tertimpa…(coz SILABI membaca restore’an terakhir saja / bulan Juni)…
    2. CATAT SP2D pun akan tertimpa…..yg dibaca SILABI “hanya” CATAT SP2D” ub. Juni……CATAT SP2D yg telah kita lakukan dari Jan-Mei akan HILANG TERTIMPA bulan Juni..
    3. karena tertimpa tadi, di CATAT SP2D, untuk “SP2D UP” dianggap TIDAK ADA oleh aplikasi SILABI..sehingga saldo² pada MINUS….coba lihat di BKU ato pun di BP LS…di sana TIDAK ADA SP2D UP…

    coba praktekkan saja…entar akan terlihat bagaimana…

    Oke trims admin…

    siegreich der panzer JERMAN ;-)
    vitorioso selecao BRAZIL ;-)
    zegevierend de oranje BELANDA ;-)

  • Qorieb's:

    Mohon penjelasannya.
    Saya m’gunakan silabi sejak mei, pada bulan mei terdapat kuitansi UP yg blm d GU kan sebesar Rp.xxxx, pada bulan juni transaksi tsb sdah d GU kan, namun setelah dicek pada LPJ bln juni, kuitansi yg belum di GU kan pd bln mei tsb tetep muncul dg nominal yg sama shg menyebabkan selisih Pembukuan UP, sementara data yg lain sudah ok.
    Terima kasih.

  • dwi:

    Saya sudah Update versi 14.2.0 (10 Juni) untuk bulan mei Kwitansi yang belum di GU kan tidak ada masalah tetapi untuk bulan Juni masalah kembali Kwitansi yang belum di GU kan terakumulasi dengan jumlah Kwitansi diubulan mei, sehingga jumlahnya tidak sama.terima kasih

    • dorintez:

      Langkah pertama hapus dulu berita acara Juni
      Lalu, coba hapus SPM GU bulan Juni pada menu transaksi, lalu posting
      setelah posting, baru rekam ulang SPM GU-nya, dan posting ulang lagi
      Setelah itu, bikin Berita Acara ulang lagi
      Insya Allah normal

  • Anno:

    Saya sudah update versi 14.1.3-E dan terakhir 14.2.0. SPM LS Pihak 3 yang sudah direkam kok masuk ke Buku Pemabntu UP ya? Apamemang masi ada masalah seperti itu ya?

    • Masboi:

      Iya. saya juga begitu. Apa sekarang SP2D Pihak Ketiga tidak perlu dicatat lagi??

      • dorintez:

        sesuai PER-03/PB/2014, spm pihak ketiga teteap dicatat di SILABI cm mmg tidak muncul lagi di BKU, tp hanya muncul di karwas MAK

  • dianmahira:

    pada menu pembuatan LPJ muncul pesan ” operator/operand type mismatch alias_validasi_BALPJK’ its not found ” padahal sisa kas pada seluruh pembukuan telah sama/benar.. mohon petunjuknya’ TQ

  • gita:

    saya mau tanya, kenapa SPM LS bendahara tidak terbaca di silabi ya?
    padahal di spm sudah saya batal load dan di silabi sudah saya catat nmr sp2d
    mohon pencerahannya. Makasih

  • DKP BANGKA BELITUNG:

    saya ingin menanyakan kenapa ada terjadi perubahan di saldo tunai dan bank di bulan berikutnya?

    Pada bulan Maret, saldo saya 1.000.000 berada di kas tunai bendahara. Hasil Berita Acara dan LPJ sudah klop semua dengan BKU dengan nilai tersebut.

    Namun ketika saya ingin memasukkan transaksi baru di bulan April, tiba-tiba ada perubahan saldo tiba-tiba. Kas tunai bendahara menjadi 800.000 dan saldo bendahara 200.000,-. Padahal seharusnya saldo di bank tidak ada.
    ini mengakibatkan transaksi GUP saya sebesar 1 juta tidak bisa dimasukkan karena yang berada di kas bendahara cuma 800ribu.

    Bagaimana solusinya? dan apa yang menyebabkan perubahan tiba2 di dalam saldo tersebut?

  • rudy:

    saya pakai silabi versi 14.2.0 tapi di lpj penerimaan gak ada backupnya dan kirim lpj ke KPPN gak bisa (file kosong), mohon petunjuknya ???

  • RUDY:

    saya udah update spm versi 14.2.0 a tanggal 4 agustus 2014 tapi waktu di update muncul tulisan create process rusak;kode740. The requested operation requires elevation, apa maksudnya ?

  • RUDY:

    saya sudah melakukan update lpj penerimaan 14.2.0 B , tapi waktu mengisi Berita Acara, tidak bisa melakukan proses penyimpanan karena waktu
    mengisi uang di rekening menu simpan tidak bisa (tidak ada cetak tebal), mohon petunjuknya ???
    terima kasih

    • dorintez:

      Updatenya berurut, harus mulai dari 14.2.0-A daulu baru ke 14.2.0-B. Baca petunjuk manual update, biasanya kalau seperti itu berarti terlompati tahapan update referensinya

  • andi ruslan:

    Saya sdh input UM perjadin, kwitansi spj, ruh pajak, n bukti perjadin tapi ternyata yg sy input bkn perjadin jd sy hapus transaksi bukti perjadin lalu sy input transaksi up, setelah itu sy melakukan GUP, tp pd saat sy mau membuat berita acara muncul selisih di saldo kas tunai, hal ini disebabkan UM perjadin yg sy input td tdk bisa terhapus, bgm cara menghapus UM perjadin tsb? Karena di Buku kas tunai ada selisih sebesar UM perjadin yg sy input td, trm ksh sblmx atas jawabannya…

  • agung:

    Sy sudah update versi terbaru tgl 4 Agustus 2014, pd saat merekam bukti kuitansi utk bl juli bisa dilakukan namun pd saat merekam RUH Transaksi kode 11 (SPM GUP) tidak bisa dilanjutkan karena kuitansi yg sudah direkam tidak muncul justru yg muncul adalah kuitansi bulan juni, pdhal sy sudah posting dari bulan januari s.d juli sesuai jawaban admin pd soal yg sama ” SETELAH HAPUS SPM GU-NYA DI MENU TRANSAKSI, COBA DAHULU DIPOSTING ULANG MULAI BULAN JANUARI S/D BULAN BERJALAN.
    SETELAH POSTING, LALU REKAM ULANG SPM GU DI MENU TRANSAKSI
    INSYA ALLAH TERATASI” namun tetap tidak bisa….bagaimana solusinya y min? kl maksud dari cut off dri SPM GUP terakhir itu apa y? trims

    • dorintez:

      Nanti coba akan kami cek kembali, kabar dari Kantor Pusat DJPBN akan segera melaunching Update SPM 14.2.1 untuk perbaikan bug-bug pada versi ini. Maksud cutt off dari GU terakhir adalah cut off dilakukan pada tanggal SPM GU terakhir bulan Juni, sehingga cut off tidak harus dilakukan pada awal bulan. Dengan sistem tersebut, maka operator cukup mengisi saldo pada BKU, BP-Bank, BP-Tunai & BP-UP. Itu smua dgn syarat tidak ada pajak UP yg blm disetor

  • Rizky Prayogi:

    Salam, Mau nanya nih Bang,
    (Kendala RUH Transaksi “SPM GUP” Final)
    Tahapan Proses yang telah dilakukan :
    1. RUH Kuitansi (Rekam-Edit-Simpan),
    2. RUH Pajak (Rekam-Pilih-Simpan),
    3. RUH Transaksi ;
    a. PU Bank (Pilih-Edit-Simpan)
    b. Transaksi UP (Pilih “Berdasarkan Kuitansi-Simpan)
    c. Pungut Pajak (Pilih-Simpan)
    d. Setor Pajak (Pilih-Simpan)
    e. SPM GUP (Pilih-Pilih lagi berdasarkan transaksi GUP-Pilih lagi berdasarkan Kuitansi-“…..”)
    maksud saya yg (“…..”) itu pada saat melakukan Proses “SIMPAN” muncul pesan seperti ini (Kode Transaksi tidak boleh kosong), sedangkan didalam kolom Transaksi itu tidak dapat di klik (AUTO), dimanakah letak pengisian nomor kode transaksi itu Pak.
    Mohon Bimbingannya.
    Sekian dan Terima Kasih.

    • dorintez:

      Coba diupdate secara berurut sampai versi terakhir (14.2.0-C). Hal tersebut di atas biasanya terjadi pada versi 14.1.3

  • apakah harus mengubah tiap bulan saldo awal, soalnya pada saat saya merekam berita acara pemeriksaan kas itu beda dengan saldo akhir bulan lalu. namun pada saat rekam BAR untuk rekon itu justru benar saldonya. dimana letak kesalahannya. update sdh urut dari awal hingga versi akhir 14.2.. tks. mohon pencerahannya.

    NB. sampai dengan saat ini, kurang lebih 3.500 orang tidak bisa gajian dari DIPA kami Badan Pengawas Pemilu Provinsi hanya karena persoalan SILABI. kedepan mohon rilis Apk. keuangan yang betul sesuai perundang-undangan dan siap pakai. tks

    • dorintez:

      – Saldo awal hanya diisi 1 kali saat akan memulai, untuk selanjutnya jangan diubah-ubah lagi. Untuk kesalahannya, silahkan berkonsultasi dengan CSO KPPN mitra kerja anda
      – Pembayaran gaji tidak ada kaitannya dengan SILABI. Sesuai PER-03/PB/2014, sanksi untuk tidak menyampaikan LPJ Bendahara adalah penundaan SPM UP, TUP. GUP & LS Ke bendahara. Pembayaran Gaji Induk tidak terkait dengan sanksi SILABI

  • Maaf, soal pembayaran gaji yg kami maksud diatas bukan dari 51 (pegawai) melainkan honorarium Ops (52) dibayarkan melaui LS bendahara tiap bulannya sebanyak Rp. 1.589.625.000,- .
    terkait soal saldo awal SILABI (cut off) pada bulan Mei apakah perlu mengisi kolom BP pajak agar cetak LPJ Mei Silabi sama persis dengan LPJ (kolom BP Kas, BPP, dan UM Perjadin) yang telah disetor sebelumnya ke KPPN? kode transaksinya berapa jika YA.? terima kasih

    • dorintez:

      Kalau memang sesuai pembukuan manual awal bulan Mei masih ada saldo di BP Pajak hasil pemungutan pajak bulan April yg blm disetor , maka :
      – Rekam saldo awal BP Pajak di bulan Mei sesuai pembukuan manual
      – Rekam kuitansi dan pungut pajak bulan April untuk transaksi tersebut

  • hidayat:

    untuk bp di bank dan tunai kenapa double yaaaa…..
    up di bulan april 185.000.000….. sudah di pu bank….terus di serahkan tunai ke bpp…. pas di lpj kenapa bp bank dan tunai nya menjadi 370.000.000…. seharusnya kan 0… jumlah tetap 185.000.000…….
    mohon penjelasannya……terima kasih……..

    • dorintez:

      coab update dahulu sampai versi terakhir, dalam pengamatan kami setelah update versi 14.2.0-C smua buku normal

  • Rizky Prayogi:

    Selamat Sore,
    Menyangkut update 14.2.0 B, apakah bendahara khusus bagian pengeluaran perlu mengupdate versi B & C.
    Terima Kasih

    • dorintez:

      Bendahara pengeluaran sebaiknya tetap melakukan update berurutan, jangan melompat agar dpt dipastikan aplikasinya bisa berjalan normal

  • Ardy Nugroho:

    Assalamualaikum Wr wb
    Mohon pencerahan,bahwasanya disatker kami terjadi pergeseran akun belanja maupun revisi dipa karena pemotongan anggaran. yang menjadi pertanyaan
    1. Bagaimana mentransfer revisi pagu baik pok maupun revisi dipa ke dalam aplikasi SILABI?
    2. Kebetulan kami telat mendownload adk revisi I dipa petikan dari RKAKL online, tertulis revisi dipa tertanggal 20 MAret 2014.Kemudian kami bermaksud memasukkan revisi pagu ke aplikasi SPM ver 14.0.2.C Agustus setelah mencoba beberapa saat ternyata tidak dapat dilakukan proses transfer pagu ke aplikasi SPM tersebut.Muncul pesan terjadi colomn tidak sesuai atau apa intinya tidak bisa dilakukan proses transfer pagu?mohon solusinya terima kasih bantuaanya
    Wassalamualaikum Wr Wb

    • dorintez:

      1. Revisi pagu tidak perlu dimasukkan ke SILABI, cukup ditransfer ke aplikasi SPM via user ADMIN. Setelah itu, lakukan Pembagian Pagu ulang juga di user admin. nanti di SILABI akan menyesuaikan sendiri
      2. Coba download ulang ADK Revisi dari RKAKL-Online. Pastikan nama file diawali huruf “D” dan dengan ekstensi/akhiran .14xx (xx berisi nomor revisi, jika sdh revisi ke-2 menjadi .1402)

  • yasashii:

    1. ketika di RUH Transaksi, saya keliru mengganti tanggal, namun ketika saya klik edit, data tidak berubah (sama halnya, ketika saya menginput RUH Pajak, saya ingin menambahkan jenis pajak yang lainnya dalam satu kwitansi (PPN dan PPh 23) namun tidak mengalami perubahan.

    2. selanjutnya, ketika saya berfikir untuk mendeletenya lalu membuat ulang, sumber data SP2D untuk aku input sudah hilang..

    Bagaimana solusinya?

    Terima Kasih.

    • dorintez:

      Transaksi yang sudah terekam tidak dapat diedit tanggalnya, yang dapat diedit hanya uraian transaksinya.
      Jadi kesalahan dalam perekaman transaksi & kuitansi, harus dihapus dahulu, baru rekam ulang

  • yasashii:

    ketika di RUH Transaksi, saya menginput uraian nya terlalu panjang, sehingga muncul warning ERROR. setelah saya cek, tidak muncul di hasil perekaman (saya posting dan lihat di BKU tidak ada, berarti tidak ter-save), ketika mau input ulang, kwitansi dasarnya sudah hilnag. saya sudah coba posting ulang, tapi tidak ada pengaruh, bagaimana solusinya?

    TERIMA KASIH.

    • dorintez:

      Usahakan uraian transaksi tidak terlalu panjang, ambil intinya saja. Untuk data yg hilang, coba minta CSO KPPN untuk mengecek di database SILABInya

  • ikramullah:

    saya mau tanya, kenapa SPM LS bendahara tidak terbaca di silabi ya?
    padahal di spm sudah saya batal load dan di silabi sudah saya catat nmr sp2d
    saya juga sudah insta update terbaru versi 4.20 kok masih tetap saja tidak muncul
    tp cuma 1 spm saja yang begitu yaitu spm uang makan
    mohon pencerahannya.

    • dorintez:

      Coba dibaca PER-03/PB/2014, SPM LS Pihak ketiga hanya akan tercatat di Karwas Realisasi, jadi tidak muncul lagi di BKU. SPM LS dengan penerima SELAIN bendahara Pengeluaran (kpd pihak ketiga & para pegawai) dicatat dalam transaksi nomor 26 (SPM LS Pihak Ketiga). Karena secara riil, uangnya tidak ke rek bendahara dahulu.

      Kemungkinan untuk SPM tersebut penerimanya kepada Para Pegawai. Jika sudah tidak ada, berarti sudah direkam di transaksi. Minta CSO KPPN anda untuk memeriksa database SILABInya

  • ngatman:

    Kwitansi pada Akun 521111 honor satpam, Pramubakti dan langganan internet yang saya buat untuk menjadi dasar transaksi GUP tidak dapat terbaca saat saya membuat transaksi GUP, mohon pencerahannya… terimakasih

    • dorintez:

      Kemungkinan kuitansi tersebut belum di transaksikan (dibayar).
      Perekaman transaksi (pembayaran) ada di menu RUH Transaksi, lalu pilih kriteria nomor 8 (Transaksi UP)

  • ika:

    admin minta masukan dong…bagaimana klo kuitansi yang ada nilainya Rp.3.100.900 tetapi yang di TUP nihilkan pada silabinya Rp.3.100.000..otomatis saya tidak bisa input SP2D TUP nihilnya…mohon minta sarannya sdr.admin….

  • ika:

    admin minta masukan dong…bagaimana klo kuitansi yang ada nilainya Rp.3.100.900 tetapi yang di SP2D TUP nihil Rp.3.100.000..otomatis saya tidak bisa input SP2D TUP nihilnya…mohon minta sarannya sdr.admin…

    • dorintez:

      Berarti itu SP2D PTUPnya kurang ya?
      Atau memang sudah melebihi batas TUP?
      klo seperti itu ya coba konsultasikan ke CSOnya… Mohon maaf tapi kami hanya bisa beri saran sesuai aturan

  • azhwar:

    salam silabi..
    min, mohon bantuan,
    saya telah input transaksi SPM GU, tp setelah dilihat, ada kesalah, dan pas mau di hapus, ternyata tidak bisa, keterngan muncul saat menghapus, “Data Transaksi Sudah Dicatat SP2D GU/GU Nihil, mohon pencerahan..
    wassalam..

    • dorintez:

      Kalau memang mau merubah tranksaksi UP (kuitansi) harus dihapus transaksi SPM GU-nya (no 11) dulu, baru setelah itu bisa hapus kuitansi transaksi UP (08).
      Klo kedua langkah ini sudah dilakukan, baru deh bisa ubah kuitansi di RUH Kuitansinya. Tapi jangan lupa klo sudah selesai, harus di Transaksi UP (08) ulang & transaksi SPM GUP (11) ulang.

  • Assalamualaikum wr.wb..
    mohon petunjuknya untuk alur transaksi UM Perjadin yang di ajukan lewat LS Bendahara bukan lewat UP…karena bukti PERJADIN hanya terbaca di UP bukan pengurangan di LS Bendahara…mohon pencerahannya min

    • dorintez:

      Klo lewat LS bendahara :
      – Terbit SP2D LS Perjadin (02)
      – Tarik cek uang SP2D dari rek bendahara (07)
      – Bayar perjadin kepada yg berhak (03)

  • budi:

    misal SPM LS pihak ketiga tidak diinput di silabi tidak apa-apa ya pak?

    • wahyu aryadi:

      dampaknya pada laporan realisasi anggaran yang tidak klop, sehingga tidak bisa mengontrol realisasi

  • isal:

    ketika di RUH Transaksi pada SPM GU, uraian yang saya input di anggap terlalu panjang, sehingga muncul warning ERROR, namun ada notifikasi setelah itu “data tersimpan”. namun setelah saya cek, tidak muncul di hasil perekaman (saya posting dan lihat di BKU tidak ada, yang artinya berarti tidak ter-save), ketika mau input ulang pada menu Rekam SPM GU, dan sudah dipilih Nilai GU-nya, kwitansi dasarnya sudah hilang. saya sudah coba posting ulang, tapi tidak ada pengaruh. sementara saya hapus tidak bisa. Mohon solusinya? Selanjutnya BP LS Bendahara pada versi yang baru ini tdk dpt dicetak.

    Terima Kasih.

Leave a Reply for nur isna